Printer sering dianggap sebagai perangkat periferal yang cukup dipasang, diberi alamat IP, lalu dibiarkan bekerja. Padahal printer dan multifunction printer (MFP) dapat menerima job dari jaringan, menyimpan data sementara, melakukan scan ke email atau folder, terhubung ke directory service, menjalankan aplikasi, menyediakan web administration, serta menghasilkan log aktivitas.
Jika perangkat tidak diinventarisasi, masih memakai credential awal, menjalankan service yang tidak diperlukan, menggunakan firmware usang, atau dapat diakses dari jaringan yang terlalu luas, printer dapat menambah attack surface. Risiko tidak hanya berupa dokumen yang terlihat orang lain, tetapi juga perubahan konfigurasi, penyalahgunaan fungsi, kebocoran data, gangguan layanan, dan jalur menuju sistem lain.
| Definisi: Printer Security adalah rangkaian kebijakan, konfigurasi, kontrol operasional, monitoring, dan proses lifecycle untuk melindungi printer, MFP, print server, print job, data, identitas, serta koneksinya terhadap akses, perubahan, pengungkapan, dan gangguan yang tidak sah. |
Printer Security, Secure Print, dan Print Server Security
| Area | Objek yang dilindungi | Contoh kontrol |
| Printer Security | perangkat, firmware, storage, interface, service, konfigurasi | hardening, admin access, patching, protocol control, audit |
| Secure Print | dokumen sebelum keluar dari perangkat | held job, authentication, release, expiry |
| Print Server Security | server, spooler, queue, driver, service account | patching, least privilege, segmentation, spool protection |
| Print Management Security | platform pengelolaan dan data pengguna | RBAC, encryption, update, logging, backup, secure integration |
Keempat area saling melengkapi. Secure release tidak otomatis membuat firmware aman, sedangkan printer yang telah di-hardening tetap dapat membocorkan dokumen apabila output langsung tercetak tanpa kontrol pengguna.
Apa yang Perlu Dilindungi?
| Aset | Contoh | Risiko utama |
| Perangkat | printer, MFP, panel, port fisik | tampering, theft, misuse, unauthorized reset |
| Firmware | OS embedded, boot process, device application | vulnerability, malicious or unauthorized change |
| Konfigurasi | network, security, scan, email, address book | misconfiguration, credential exposure, diversion |
| Data in transit | print job, scan, management traffic | interception, downgrade, unauthorized routing |
| Data at rest | spool, disk, flash, retained job, log | recovery or disclosure of sensitive information |
| Identity | user, admin, service account, certificate | impersonation, privilege misuse, expired trust |
| Availability | queue, device, print service, supplies | denial of service, business disruption |
| Evidence | audit log, configuration backup, alert, ticket | blind spot, weak investigation, lost accountability |

Ancaman, Kerentanan, dan Risiko Tidak Sama
| Istilah | Makna dalam lingkungan print | Contoh |
| Threat | aktor atau kejadian yang dapat menimbulkan dampak | penyerang, insider, malware, kehilangan perangkat |
| Vulnerability | kelemahan yang dapat dimanfaatkan | default password, firmware usang, port terbuka |
| Exposure | kondisi yang memperbesar peluang kontak | printer dapat diakses dari internet atau semua VLAN |
| Risk | kombinasi peluang dan dampak terhadap bisnis | kebocoran data pelanggan melalui scan repository |
| Control | tindakan untuk menurunkan peluang atau dampak | segmentasi, patch, RBAC, encryption, monitoring |
| Prinsip risiko: Tidak semua printer memiliki risiko yang sama. Klasifikasi perlu mempertimbangkan lokasi, jenis dokumen, koneksi, pengguna, data tersimpan, capability, exposure, ketergantungan proses, serta dampak jika perangkat dikompromikan atau berhenti. |
Lapisan Pertahanan Printer Security
| Lapisan | Tujuan | Kontrol yang relevan |
| Governance | menetapkan ownership, policy, standard, dan risk acceptance | asset owner, baseline, exception, review cycle |
| Identity | memastikan pengguna dan administrator dikenali | authentication, RBAC, unique admin, MFA bila didukung |
| Device | mengurangi kelemahan pada perangkat | secure boot, signed firmware, hardening, storage encryption |
| Network | membatasi komunikasi dan exposure | segmentation, ACL, firewall, secure protocol, no public access |
| Document | melindungi job dan output | secure release, encrypted transit, expiry, tray discipline |
| Operations | menjaga konfigurasi tetap aman | inventory, patching, config backup, change control |
| Detection | menemukan penyimpangan dan insiden | log, alert, scan, configuration compliance, analytics |
| Lifecycle | mengelola onboarding sampai disposal | secure commissioning, transfer, sanitization, retirement |
Baseline Hardening Printer
Hardening adalah proses menyesuaikan konfigurasi perangkat dengan kebutuhan operasional dan tingkat risiko. Baseline sebaiknya merujuk pada panduan vendor, kebijakan keamanan organisasi, dan hasil pengujian—bukan daftar universal yang diterapkan tanpa memahami model atau workflow.
| Domain | Baseline minimum yang perlu dinilai | Catatan |
| Admin access | ganti credential awal, unique account, batasi role dan source network | jangan gunakan satu password yang dibagi luas |
| Firmware | versi yang didukung, validasi update, jadwal patch, rollback plan | uji kompatibilitas fungsi penting |
| Protocol | nonaktifkan service yang tidak digunakan; pilih versi aman | kebutuhan SNMP, SMB, FTP, Telnet, HTTP berbeda |
| Web management | HTTPS, certificate, session timeout, network restriction | hindari admin interface terbuka ke internet |
| Print path | gunakan jalur terkelola dan protocol sesuai capability | direct IP dapat menciptakan blind spot |
| Scan workflow | batasi destination, account, format, dan address book | service account harus least privilege |
| Storage | encryption, overwrite, retention, retained job setting | capability berbeda antarperangkat |
| Physical | kontrol lokasi, port, removable media, panel, dan akses servis | sesuaikan dengan area publik atau terbatas |
| Logging | aktifkan event relevan, sinkronkan waktu, kirim ke monitoring bila tersedia | log tanpa review tidak menjadi kontrol efektif |
Protocol dan Service: Jangan Menonaktifkan Secara Membabi Buta
Mengurangi service yang tidak diperlukan dapat memperkecil attack surface, tetapi setiap perubahan harus dikaitkan dengan dependency. Menonaktifkan protocol tanpa pemetaan dapat memutus print, scan, monitoring, authentication, atau supplies management. Sebaliknya, mempertahankan service lama hanya karena ‘selama ini bekerja’ dapat mempertahankan risiko yang tidak perlu.
| Pertanyaan review | Contoh pemeriksaan |
| Apakah digunakan? | identifikasi print path, scan destination, discovery, monitoring, dan service tool |
| Siapa yang membutuhkan? | user VLAN, print server, management server, vendor support |
| Versi apa yang aktif? | evaluasi protocol lama, plaintext, atau authentication yang lemah |
| Dapatkah dibatasi? | gunakan ACL, firewall, management VLAN, atau source restriction |
| Apa penggantinya? | uji protocol atau workflow yang lebih aman sebelum menonaktifkan |
| Bagaimana rollback? | simpan konfigurasi dan tetapkan langkah pemulihan |
Firmware dan Vulnerability Management
- Catat vendor, model, serial number, firmware version, support status, owner, lokasi, dan exposure.
- Pantau advisory vendor dan sumber kerentanan yang relevan terhadap model serta komponennya.
- Tentukan severity, exploitability, exposure, business impact, dan compensating control sebelum prioritas patch.
- Uji update pada perangkat representatif, terutama fungsi print, scan, authentication, finishing, dan integration.
- Dokumentasikan approval, jadwal, hasil, failure, rollback, exception, dan firmware setelah perubahan.
- Jangan menganggap firmware terbaru otomatis terpasang; verifikasi versi aktual setelah deployment.
- Perangkat yang tidak lagi didukung perlu dibatasi, diberi compensating control, atau masuk rencana penggantian.
| Catatan penting: ‘Auto update’ dapat membantu, tetapi tetap memerlukan governance. Organisasi harus memahami jadwal, source, validation, kompatibilitas, exception, bukti versi, dan tanggung jawab ketika update gagal. |
Identity, Authentication, dan Hak Administrator
| Kontrol | Tujuan | Risiko jika diabaikan |
| Unique admin identity | mengaitkan perubahan dengan pihak tertentu | shared credential menghilangkan accountability |
| Least privilege | membatasi fungsi sesuai tugas | operator memperoleh hak konfigurasi berlebihan |
| Strong authentication | mengurangi akses dengan credential lemah | panel atau EWS dapat diambil alih |
| Credential lifecycle | mengelola onboarding, rotation, revocation, dan recovery | akun mantan staf atau vendor tetap aktif |
| Service account control | membatasi scan/email/directory integration | credential tersimpan memiliki akses terlalu luas |
| Certificate management | memastikan trust dan encryption tetap valid | expired atau self-signed certificate diabaikan pengguna |

Data dalam Printer dan MFP
Sebagian perangkat memiliki storage untuk spool, retained job, scan, fax, address book, application data, log, atau temporary file. Jenis, durasi, dan cara penghapusan bergantung pada model serta konfigurasi. Karena itu, organisasi perlu mengetahui data apa yang dapat tersimpan sebelum menentukan encryption, overwrite, retention, backup, service, transfer, atau disposal.
| Tahap data | Pertanyaan kontrol |
| Dikirim | apakah print dan management traffic menggunakan jalur serta protocol yang sesuai? |
| Diproses | apakah temporary data, spool, atau held job dilindungi dan memiliki expiry? |
| Disimpan | apakah storage terenkripsi, akses dibatasi, dan retention diketahui? |
| Diekspor | apakah log, address book, atau configuration backup dipindahkan secara aman? |
| Diservis | apakah teknisi, replacement part, dan storage removal mengikuti prosedur? |
| Dihapus | apakah sanitization sesuai dengan sensitivitas data dan capability media? |
Secure Disposal dan Perpindahan Perangkat
Reset ke factory default tidak selalu identik dengan media sanitization. Sebelum perangkat dijual, dikembalikan, direlokasi, ditukar, diperbaiki, atau dibuang, organisasi harus menentukan jenis media, data yang pernah diproses, metode sanitization yang didukung, bukti pelaksanaan, serta siapa yang menyetujui pelepasan aset.
- Identifikasi perangkat, owner, lokasi, media, konfigurasi, kontrak, dan status kepemilikan.
- Hentikan akses jaringan, queue, certificate, service account, aplikasi, dan integrasi yang terkait.
- Ekspor hanya konfigurasi atau evidence yang memang harus dipertahankan secara aman.
- Lakukan sanitization berdasarkan panduan vendor, kebijakan organisasi, dan sensitivitas data.
- Verifikasi hasil, catat metode, pelaksana, tanggal, serial number, exception, dan approval.
- Perbarui asset register, inventory print management, monitoring, kontrak, dan chain of custody.
Monitoring, Audit Log, dan Deteksi
Monitoring tidak hanya melihat perangkat online atau toner menipis. Security monitoring perlu mencari perubahan konfigurasi, login administrator, authentication failure, certificate issue, firmware deviation, service yang aktif kembali, perubahan address book, job tidak biasa, serta perangkat baru yang belum terdaftar.
| Sinyal | Validasi yang diperlukan | Kemungkinan respons |
| login admin tidak biasa | identity, source IP, waktu, change ticket | lock/revoke, review change, preserve evidence |
| firmware berbeda dari baseline | deployment status, model, exception | isolate, update, rollback, investigate |
| service aktif kembali | configuration drift, reset, service activity | disable, restore baseline, review access |
| lonjakan job atau scan | business process, user, destination, malware signal | validate, limit, investigate, notify owner |
| perangkat baru muncul | procurement, DHCP, network scan, ownership | quarantine atau onboard secara resmi |
| log berhenti dikirim | connectivity, storage, time, configuration | restore logging dan nilai blind period |
| Nusaprint Insight: Anomali bukan bukti serangan. Ia adalah sinyal yang perlu dikorelasikan dengan identity, change record, asset data, workflow, network event, dan konteks bisnis sebelum mengambil kesimpulan. |
Tahapan Membangun Printer Security
- Menetapkan sponsor, asset owner, security owner, service owner, dan scope perangkat.
- Melakukan discovery serta Print Environment Assessment untuk menemukan printer, MFP, server, queue, dan integration.
- Mengklasifikasikan perangkat berdasarkan data, lokasi, exposure, capability, ketergantungan, dan impact.
- Menyusun baseline hardening per keluarga model dan memvalidasinya terhadap kebutuhan operasional.
- Memperbaiki credential, access, protocol, network path, firmware, storage, logging, dan physical control.
- Menguji fungsi print, copy, scan, authentication, release, monitoring, supplies, dan service setelah perubahan.
- Membangun vulnerability, patch, exception, configuration compliance, dan certificate management.
- Menghubungkan alert, audit log, ticket, incident response, serta evidence retention.
- Menerapkan kontrol onboarding, change, relocation, vendor access, repair, dan secure disposal.
- Meninjau risiko dan baseline ketika teknologi, organisasi, threat, workflow, atau kontrak berubah.
Incident Response untuk Perangkat Printing
| Fase | Tindakan utama |
| Prepare | inventory, contact, logging, backup config, isolation method, vendor path |
| Detect | validasi alert, scope perangkat, waktu, user, network, dan perubahan |
| Contain | batasi network, admin access, queue, scan path, atau service yang terdampak |
| Preserve | simpan log, configuration, firmware version, ticket, timeline, dan chain of custody |
| Eradicate | patch, credential reset, reimage/reset sesuai panduan, hapus persistence |
| Recover | restore baseline, uji fungsi, monitor ketat, komunikasikan status layanan |
| Learn | identifikasi root cause, gap control, perangkat sejenis, dan perbaikan playbook |
Hubungan Printer Security dengan Cluster Lain
| Cluster | Hubungan dengan Printer Security |
| Print Environment Assessment | menemukan aset, exposure, capability, konfigurasi, dan gap |
| User Authentication | memastikan akses fungsi dan release terkait identitas |
| Secure Print / Pull Printing | melindungi dokumen sebelum keluar dari perangkat |
| Print Policy | menetapkan requirement, exception, ownership, dan review |
| Audit Log Printer | menyediakan evidence perubahan, akses, event, dan investigasi |
| Print Analytics | menemukan pola dan anomali yang memerlukan validasi |
| Fleet Management | mengelola inventory, firmware, lifecycle, dan standardisasi |
| Print Governance | menentukan decision rights, risk acceptance, dan accountability |
| Managed Print Services | mengoperasikan monitoring, maintenance, reporting, dan improvement |

Kesalahan yang Harus Dihindari
- Menganggap printer tidak penting karena bukan laptop atau server.
- Menyamakan Printer Security dengan Secure Print saja.
- Tidak mengetahui jumlah, lokasi, model, firmware, owner, dan exposure perangkat.
- Menggunakan default atau shared administrator credential pada seluruh fleet.
- Membuka admin interface atau printing service langsung ke internet.
- Menonaktifkan protocol tanpa memetakan dependency dan menyiapkan rollback.
- Menganggap update berhasil tanpa memverifikasi versi firmware aktual.
- Mengabaikan service account, certificate, storage, log, dan perangkat tidak didukung.
- Memberikan akses vendor permanen tanpa scope, waktu, approval, dan monitoring.
- Mengembalikan atau membuang perangkat tanpa sanitization serta bukti pelepasan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah printer benar-benar dapat menjadi risiko jaringan?
Ya. Printer jaringan menjalankan firmware dan layanan komunikasi serta dapat terhubung ke print server, email, folder, directory, cloud, atau sistem monitoring. Tingkat risikonya bergantung pada exposure, konfigurasi, data, dan dampak bisnis.
Apakah mengganti password admin sudah cukup?
Belum. Credential adalah satu kontrol. Organisasi juga perlu menilai firmware, protocol, network segmentation, certificate, storage, secure release, logging, patching, physical access, dan lifecycle.
Apakah semua port dan protocol harus dinonaktifkan?
Tidak. Nonaktifkan yang tidak diperlukan dan batasi yang masih digunakan. Keputusan harus berdasarkan dependency serta pengujian karena print, scan, discovery, authentication, monitoring, atau service dapat memakai protocol berbeda.
Apakah printer harus ditempatkan pada VLAN khusus?
Segmentasi sering membantu membatasi komunikasi dan exposure, tetapi desainnya harus mengikuti arsitektur, capability, print path, scan workflow, management, availability, serta kebijakan jaringan organisasi.
Apakah firmware harus selalu langsung diperbarui?
Kerentanan perlu dinilai dan ditangani tepat waktu, tetapi deployment juga memerlukan compatibility test, approval, jadwal, rollback, verifikasi, serta compensating control bila update belum dapat dilakukan.
Apakah factory reset cukup sebelum printer dikembalikan?
Tidak selalu. Factory reset dan media sanitization adalah hal berbeda. Periksa jenis storage, data yang mungkin tersimpan, kemampuan penghapusan, panduan vendor, sensitivitas data, dan kebutuhan evidence.
Apakah Printer Security memerlukan aplikasi pihak ketiga?
Tidak selalu. Banyak kontrol tersedia di perangkat, jaringan, directory, dan print server. Pengelolaan fleet besar, compliance configuration, certificate, firmware, alert, secure release, dan reporting mungkin memerlukan platform tambahan.
Mulai dari Inventory dan Risiko, Bukan dari Checklist Universal
Printer Security yang efektif dimulai dengan mengetahui perangkat apa yang dimiliki, data dan proses apa yang dilayaninya, bagaimana perangkat terhubung, siapa yang mengelola, serta dampak jika terjadi kebocoran, perubahan, atau downtime. Setelah itu barulah baseline hardening dan prioritas perbaikan dapat ditentukan secara proporsional.
Nusaprint membantu perusahaan melakukan Print Environment Assessment, menata asset dan firmware baseline, mengevaluasi konfigurasi serta print workflow, dan menghubungkan Printer Security dengan User Authentication, Secure Print, Audit Log Printer, Fleet Management, Print Policy, dan Managed Print Services.
| Ingin mengetahui apakah printer dan MFP perusahaan sudah masuk dalam kontrol keamanan TI? Hubungi tim Nusaprint untuk memetakan inventory, firmware, exposure, protocol, access, storage, logging, lifecycle, serta prioritas perbaikannya. |
Rekomendasi Knowledge
- Managed Print Services.
- Print Environment Assessment serta Print Health Score™ by Nusaprint.
- User Authentication, Secure Print, dan Pull Printing.
- Print Policy, Print Governance, dan Audit Log Printer.
- Fleet Management, Print Analytics, Monitoring Toner, dan Printer Lifecycle.
Rujukan Teknis
- NIST SP 800-53 Rev. 5 — Security and Privacy Controls
- NIST SP 800-70 Rev. 4 — National Checklist Program
- NIST SP 800-88 Rev. 1 — Guidelines for Media Sanitization
- CISA — NSA and CISA Red and Blue Teams Share Top Ten Cybersecurity Misconfigurations
- HP Support — Recommended Security Settings for Printers in Zero Trust Environments
- HP Support — Disable Unused Network Protocols and Features
- PaperCut — Securing Your Print Network
- PaperCut — Security Best Practices




